Selasa, 07 Februari 2012

BAGAIMANA PROSES PERCEPATAN PENCAPAIAN HASIL BELAJAR

Adapun langkah-langkah dalam upaya percepatan pencapaian hasil pembelajaran ditempuh dengan cara-cara sebagai berikut :
1.    Ice Breaking (cipta suasana).
Di awal pembelajaran agar suasana lebih nyaman dan tidak kaku, diupayakan dengan membangun keakraban yaitu dengan pengucapan yel-yel, misalnya dengan menanyakan kepada seluruh siswa dengan ucapan apa kabar ? Dijawab oleh seluruh siswa secara serempak dengan ucapan  “luar biasa”, yes. Langkah ini ditempuh agar suasana pelaksanaan pembelajaran bisa berjalan dengan santai dan nyaman dalam artian tidak menegangkan, kaku, dan monoton. Dengan pengucapan yel-yel bisa membangun semangat dan kegairahan belajar, dan sambil diselingi dengan rasa humor, sehingga suasana lebih menarik dan menyenangkan.

2.    Penguasaan Materi Pembelajaran.
Penguasaan materi pembelajaran oleh pendidik adalah suatu keharusan kalau ingin dikatakan pedidik profesional, yang tentu saja dalam penyampaiannya selain mengacu kepada buku modul suatu bidang studi yang merupakan “subject matter”, juga harus divariasikan denagn penambahan sumber bacaan dan literatur lainnya, sehingga materi pembelajaran menjadi lebih lengkap yang pada akhirnya wawasan peserta didik menjadi bertambah dalam menerima materi pembelajaran.
Dalam hubungan ini, Dunkin dan Biddle dalam syaiful Sagala (2006) mengemukakan, bahwa “Proses pembelajaran akan berlangsung dengan baik jika pendidik mempunyai dua kompetensi utama yaitu :
a.    Kompetensi materi pembelajaran atau penguasaan materi pembelajaran, dan
b.    Kompetensi metodologi pembelajaran”.

3.    Sistematika Penyajian.
Sistematika adalah tata urutan penyampaian pembelajaran di kelas seperti tahap pendahuluan (memuat penyampaian tujuan pembelajaran umum, maupun tujuan pembelajaran khusus), tahap inti (memuat substansi materi), dan tahap penutup (memuat kesimpulan dan evaluasi atau penilaian).

4.    Metode Pembelajaran.
Agar proses pembelajaran lebih bervariatif, maka pendidik bisa menggunakan berbagai metode yang divariasikan, misalnya metode diskusi kelompok divariasikan dengan seminar, bermain peran (rolle playing), dan dengan bentuk permainan (game).

5.    Pemberian Motivasi Belajar.
Motivasi adalah usaha dalam mendorng seseorang untuk melakukan sesuatu supaya lebih berhasil. Pemberian motivasi belajar oleh pendidik kepada peserta didik sangat penting, hal ini supaya rencana pembelajaran yang sudah dipersiapkan agar lebih terarah dan berhasil.
Misal caranya dengan membangkitkan persaingan, yaitu dengan permainan (game) yang dilombakan antar kelompok, dan kepada kelompok yang memperoleh kejuaraan diberikan hadiah walaupun hanya dengan pemberian pita atau bendera kecil, hal ini sebagai reward atau penghargaan kepada kelompok yang berprestasi.
6.    Pengukuran Pencapaian Tujuan Pembelajaran.
Dalam pengukuran pencapaian tujuan pembelajaran dikaitkan dengan hasil belajar atau tujuan pembelajaran umum dan indikator hasil belajar atau tujuan pembelajaran khusus. Adapun teknik  lainnya dalam pengukuran pencapaian tujuan pembelajaran yaitu dengan pemberian test di awal pembelajaran (pre test), pemberian pertanyaan atau test kepada siswa saat sedang berlangsungnya pembelajaran (embedded test), dan di akhir pembelajaran (post test).

7.    Penggunaan Sarana dan Alat Bantu Mengajar.
Untuk memberikan kejelasan dari materi pembelajaran yang disampaikan, hendaknya didukung oleh sarana dan alat bantu mengajar yaitu berupa papan tulis (white board), spidol, LCD (infocus), plif chart, dan sound system. Dengan penggunaan alat bantu mengaar tersebut, pembelajaran menjadi lebih jelas dan kongkrit.


Oleh : Drs. H. Iding Syamsuddin,MM (Widyaswara Utama/ Badiklatda Prov. Jabar)
Majalah Pendidikan Andika (Anak dan Pendidikan Kita) tahun II, Edisi 14, Juli 2011 ; hal. 34-35
Penerbit : CV. BANGKIT MANDIRI

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar